PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo, sebagai subholding di bawah Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketersediaan pangan di tengah meningkatnya bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatra. Melalui Regional II, perusahaan ini telah menyalurkan 10 ton minyak goreng untuk memenuhi kebutuhan darurat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan tersebut dikirim melalui Pesawat Hercules TNI AU dari Pangkalan Udara Soewondo, Medan, dan diterima langsung oleh Deputi I Badan Pangan Nasional (Bapanas) Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan, I Gusti Ketut Astawa.
Menurut Regional Head PTPN IV Regional II, Budi Susanto, minyak goreng adalah bahan pangan yang cepat langka saat terjadi bencana, sehingga distribusi melalui jalur udara diperlukan untuk memastikan pasokan dapat cepat sampai ke masyarakat terdampak. Dalam keterangan resminya, Budi menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pemerintah untuk menjaga ketersediaan pangan, terutama di daerah yang sedang menghadapi situasi darurat.
Dukungan PTPN IV PalmCo mendapat apresiasi dari Badan Pangan Nasional, yang menilai kolaborasi dengan dunia usaha, termasuk industri perkebunan, strategis dalam menjaga stabilitas pangan. Astawa dari Bapanas mengungkapkan bahwa minyak goreng yang disumbangkan akan segera didistribusikan ke wilayah-wilayah terdampak seperti Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Sibolga.
Selain bantuan awal 10 ton, PTPN IV PalmCo merencanakan penyaluran hingga 500 ton minyak goreng untuk masyarakat terdampak banjir dan longsor di tiga provinsi tersebut. Dalam hal ini, koordinasi dengan Kementerian Pertanian, BP BUMN, Danantara, pemerintah daerah, dan Bapanas sangat penting agar distribusi bantuan berjalan lancar. PTPN IV PalmCo berkomitmen untuk terus menyediakan bantuan selama kebutuhan masyarakat masih tinggi dan mendukung pemulihan di wilayah terdampak.
Inisiatif ini menegaskan peran strategis subholding di bawah Holding Perkebunan Nusantara dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, terutama di tengah meningkatnya frekuensi bencana alam di wilayah Sumatra bagian utara.


