Kanker otak merupakan jenis kanker yang memiliki tingkat kelangsungan hidup yang belum meningkat secara signifikan dalam 30 tahun terakhir. National Brain Tumor Society mencatat bahwa untuk tumor ganas, tingkat kelangsungan hidup 5 tahun sekitar 35,7%, sementara untuk glioblastoma hanya sekitar 6-7%. Di sisi lain, tumor jinak seperti meningioma memiliki tingkat kelangsungan hidup 5 tahun lebih dari 88%.
Kanker otak memiliki dampak yang sangat kompleks, setara dengan empat penyakit sekaligus, menurut Brain Tumour Support NZ. Ini termasuk sebagai kanker agresif, penyakit neurologis degeneratif, penyakit fisik yang mengganggu mobilitas, dan juga dapat menjadi pemicu gangguan mental seperti depresi dan kecemasan. Oleh karena itu, pasien memerlukan dukungan multidisiplin yang komprehensif.
Diagnosis kanker otak melibatkan serangkaian pemeriksaan neurologis dan pencitraan lanjutan. Dokter menggunakan berbagai teknologi seperti MRI, CT scan, MRS, SPECT, biopsi, tes fungsi saraf, dan analisis cairan serebrospinal untuk mengidentifikasi tumor. Diagnosis yang akurat sangat penting dalam menentukan strategi pengobatan yang tepat.
Pengobatan kanker otak bervariasi tergantung pada tingkat keparahan, lokasi, ukuran, dan jenis tumor. Beberapa pilihan terapi meliputi operasi seperti craniotomy, neuroendoscopy, dan laser ablation, radioterapi seperti proton therapy dan stereotactic radiosurgery, kemoterapi seperti temozolomide untuk glioblastoma, dan juga terapi suportif serta perawatan paliatif. Pada beberapa kasus tumor jinak, operasi pengangkatan total dapat memberikan peluang sembuh.
Meskipun tidak ada metode pencegahan khusus untuk kanker otak, faktor risiko yang diketahui termasuk paparan radiasi dosis tinggi, kondisi genetik langka, dan adanya kanker lain yang bermetastasis ke otak. Gaya hidup tidak secara langsung terkait dengan risiko kanker otak seperti halnya dengan jenis kanker lain seperti kanker paru-paru atau usus.
Kanker otak juga memberikan beban yang besar bagi keluarga dan caregiver pasien. Hal ini meliputi tekanan mental, kerugian finansial, pengorbanan karier, dan isolasi sosial. Penting untuk memahami bahwa aspek ini sering luput dari perhatian namun sangat signifikan dalam mengatasi fakta kanker otak.


