31.1 C
Jakarta
HomeKesehatanMengapa Mengandalkan AI untuk Diagnosa Masalah Mental: Psikiater Mengingatkan

Mengapa Mengandalkan AI untuk Diagnosa Masalah Mental: Psikiater Mengingatkan

Psikiater Kristiana Siste dari FKUI-RSCM memperingatkan bahwa praktik self-diagnosis dengan menggunakan artificial intelligence (AI) berisiko menyesatkan. Menurutnya, AI tidak selalu dapat menginterpretasi gejala dengan akurat. Hal ini seringkali terjadi pada generasi Z dan Alpha yang sering menggunakan AI untuk mencari tahu kepribadian mereka, apakah introvert atau extrovert, atau apakah mereka mengalami depresi.

Praktik ini kemudian sering kali diunggah ke media sosial dan dilakukan self-treatment tanpa berkonsultasi dengan dokter, yang secara tidak langsung dapat membahayakan dan memperburuk kondisi kesehatan mental seseorang. Walaupun AI bisa menjadi alat skrining awal untuk mendeteksi kecanduan internet, game, dan judi online, Siste menegaskan bahwa hasil dari AI sering kali tidak akurat dan tidak seharusnya dijadikan dasar diagnosis.

Oleh karena itu, AI seharusnya digunakan secara bijak sebagai support system, bukan sebagai pengganti dari tenaga profesional. Menurut Siste, penting bagi individu untuk tetap konsultasi dengan dokter atau psikiater yang dapat memberikan diagnosis dan saran yang sesuai dengan kondisi kesehatan mental mereka.

Source link

Berita Terbaru

Berita Populer