spot_img
7.7 C
London
spot_img
HomeBeritaMenyoroti Kekurangan Data Emisi Scope 3 dalam Strategi Iklim Korporat

Menyoroti Kekurangan Data Emisi Scope 3 dalam Strategi Iklim Korporat

Kesadaran mengenai keberlanjutan perusahaan semakin meningkat, tetapi masih banyak perusahaan yang belum diverifikasi dalam pencapaian target Net Zero. Di kawasan Asia-Pasifik, meskipun lebih dari setengah perusahaan telah berkomitmen untuk mencapai Net Zero, hanya sedikit yang telah divalidasi oleh Science-Based Targets initiative (SBTi), berdasarkan Laporan Iklim PwC 2025. Hal ini menunjukkan pentingnya data yang kredibel terkait Scope 3 agar komitmen tersebut tidak dianggap sebagai tindakan greenwashing.

Emiten Scope 3, yang meliputi lebih dari 90% total emisi di sektor-sektor tertentu, termasuk dampak mata rantai pasokan seperti deforestasi, penggunaan input pertanian, transportasi, dan pembuangan limbah, sangat vital untuk dipantau. Namun, kebanyakan perusahaan masih mengandalkan data yang umum atau model berbasis pengeluaran, bukannya data spesifik dari pemasok dan lokasi. Situasi ini menimbulkan keraguan atas kepercayaan komitmen yang telah dilakukan, membahayakan strategi iklim perusahaan, dan mengekspos risiko regulasi di bawah kerangka kerja seperti EU Corporate Sustainability Reporting Directive (CSRD) dan ISO 14068.

KOLTIVA menghadapi tantangan ini melalui sistem keterlacakan digital yang canggih serta verifikasi lapangan. Menggunakan platform KoltiTrace MIS, Land Use Tracker, dan pengintegrasian Cool Farm Tool, KOLTIVA memberikan data emisi yang diverifikasi hingga pada level lahan dalam rantai pasok yang sering terfragmentasi. Hal ini tidak hanya membantu perusahaan memenuhi persyaratan SBTi FLAG tetapi juga melibatkan produsen dalam aksi nyata terkait iklim.

Menurut Laporan PwC–NUS Business School (2025), meskipun banyak perusahaan di Asia-Pasifik telah menetapkan target Net Zero, hanya sedikit yang telah diverifikasi secara independen oleh SBTi. Kurangnya pelaporan mengenai emisi Scope 3, yang umumnya menyumbang lebih dari 90% emisi perusahaan, menunjukkan kesenjangan yang semakin membesar. Dorongan dari investor dan konsumen untuk bukti nyata terkait keberlanjutan semakin meningkat, sehingga verifikasi data menjadi hal yang sangat penting.

Scope 1 dan 2, emisi langsung dari fasilitas perusahaan dan energi yang dibeli, relatif mudah dihitung. Yang menjadi tantangan sebenarnya terletak pada Scope 3, di mana emisi tidak langsung yang terjadi di seluruh rantai pasokanya. Untuk menghadapi tantangan ini, KOLTIVA berusaha untuk mengalihkan perhatian dari data rata-rata umum ke data spesifik di tingkat lapangan. Dengan bantuan agen lapangan dan agronomis lokal, KOLTIVA memastikan bahwa data-data yang ada merefleksikan keadaan yang sebenarnya di lapangan.

Verifikasi lapangan menjadi krusial dalam memastikan keakuratan data Scope 3. KOLTIVA memadukan pendekatan teknologi keterlacakan digital dengan validasi di tingkat lapangan untuk memastikan data-data yang mereka laporkan dapat diandalkan oleh regulator, investor, dan pihak-pihak terkait lainnya. Transformasi dari aspirasi Net Zero menjadi realita yang dapat dibuktikan terjadi melalui integrasi berbagai metode ini.

Source link

TERBARU

JELAJAHI