Menengkurapkan bayi baru lahir di dada ibu saat dilahirkan sudah menjadi praktek umum di rumah sakit bersalin. Dokter spesialis anak, Mesty Ariotedjo, menjelaskan bahwa tindakan ini tidak dilakukan tanpa alasan. Hal ini terkait dengan perkembangan motorik bayi ketika mereka terjaga dari tidur.
Setelah keluar dari rumah sakit atau klinik, aktivitas tengkurap dapat membantu menstimulasi perkembangan motorik kasar bayi. Melalui stimulasi ini, bayi dapat mengangkat kepala, duduk sendiri, merangkak, dan berdiri, yang merupakan langkah penting dalam perkembangan motorik kasar.
Namun, selain motorik kasar, penting juga untuk memperhatikan perkembangan motorik halus bayi. Menulis, sebagai contoh, sebaiknya tidak diajarkan terlalu dini. Sebaliknya, bermain, naik tangga, dan memanjat adalah langkah awal yang lebih penting dalam melatih motorik halus bayi.
Sebagai hadiah tambahan, 33 bayi yang lahir pada tanggal 24 Agustus di beberapa daerah menerima bantuan uang tunai dan perlengkapan bayi dari tim Kejutan 33 Bayi SCT. Akan tetapi, perlu diingat bahwa setiap anak memiliki perkembangan yang unik, sehingga stimulasi yang diberikan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing bayi.

