spot_img
17.4 C
London
spot_img
HomeprabowoPentingnya Kolaborasi Nasional-Lokal-Swasta untuk Program MBG

Pentingnya Kolaborasi Nasional-Lokal-Swasta untuk Program MBG

Hasan Nasbi, Kepala Kantor Komunikasi Presiden (KPC), berbagi wawasan kunci dengan para pemimpin regional untuk menyelaraskan pemahaman tentang program unggulan Presiden Prabowo Subianto dalam acara yang diselenggarakan di Sei Rampah, Serdang Bedagai, Sumatera Utara, pada Rabu (30 Juli). Turut hadir dalam acara tersebut adalah Muhamad Isra Ramli, Deputi I untuk Bahan Komunikasi dan Informasi di KPC; Tigor Pangaribuan, Deputi Sistem dan Tata Pemerintahan di Badan Gizi Nasional (BGN); dan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution. Forum yang berjudul “Bukti Nyata Program Presiden Prabowo Subianto” itu diselenggarakan oleh DPP Gempita (Gerakan Milenial Cinta Tanah Air).

Turut hadir beberapa pemimpin daerah, antara lain: Darma Wijaya, Bupati Serdang Bedagai, Maya Hasmita, Bupati Labuhanbatu, Baharudin Siagian, Bupati Batu Bara, bersama pejabat daerah lainnya dan perwakilan Forkopimda Sumatera Utara (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah).

Dalam sambutannya, Hasan menekankan pentingnya menyelaraskan perspektif di semua tingkatan pemerintah untuk memastikan pelaksanaan program prioritas nasional berjalan lancar dan terkoordinasi. “Kita harus memastikan keselarasan, terutama antara pemerintah pusat dan daerah, agar kita dapat maju bersama. Pemahaman bersama adalah kunci,” ujarnya.

Hasan menjelaskan bahwa agenda kebijakan Presiden Prabowo bukanlah sesuatu yang dipilih secara spontan tetapi didasarkan pada perencanaan jangka panjang—banyak ide yang disusun dalam buku yang ditulis Prabowo lebih dari satu dekade yang lalu, yang kini menjadi landasan bagi program pemerintah.

Salah satu inisiatif unggulan tersebut adalah Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), yang dijelaskan Hasan sebagai produk dari visi jangka panjang yang matang. Dia mencatat bahwa program serupa telah diimplementasikan di lebih dari 109 negara, dengan dampak yang dapat diamati 10 hingga 20 tahun ke depan. Hasan mengajak semua pihak untuk berkontribusi dalam percepatan program itu.

“Pemerintah pusat menyediakan regulasi dan pendanaan. Pemerintah daerah membangun dapur. Sektor swasta juga dipersilakan untuk berpartisipasi,” tegasnya.

Forum tersebut juga menjadi platform bagi pemimpin daerah untuk menyampaikan umpan balik dan proposal langsung kepada perwakilan BGN mengenai program MBG. Hasan menekankan bahwa kolaborasi dan komunikasi langsung sangat penting untuk menghasilkan terobosan di lapangan.

Hasan juga mengingatkan peserta bahwa dapur SPPG (Unit Layanan Pemenuhan Gizi) harus dikelola dengan hati-hati. Setiap hidangan yang disajikan harus memenuhi setidaknya sepertiga kebutuhan kalori harian, dan yang tak kalah penting—rasanya harus enak.

“Jika makanannya tidak enak dan tidak dimakan, maka tujuan tidak tercapai. Itulah mengapa saya katakan: jika makanannya tidak enak, beri umpan balik. Itu sia-sia jika akhirnya berakhir di tempat sampah,” ujarnya.

Source link

TERBARU

JELAJAHI