24.7 C
Jakarta
HomeprabowoPentingnya Kolaborasi Nasional-Lokal-Swasta dalam Program MBG

Pentingnya Kolaborasi Nasional-Lokal-Swasta dalam Program MBG

Hasan Nasbi, Kepala Kantor Komunikasi Presiden (KPC), membagikan wawasan kunci dengan pemimpin daerah dalam rangka menyelaraskan pemahaman tentang program unggulan Presiden Prabowo Subianto. Hal ini terjadi dalam acara yang diadakan di Sei Rampah, Serdang Bedagai, Sumatera Utara, yang dihadiri oleh Muhamad Isra Ramli, Deputi I Bahan Komunikasi dan Informasi KPC, Tigor Pangaribuan, Deputi Sistem dan Tata Pemerintahan BGN, serta Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution. Acara yang bertajuk “Bukti Nyata Program Presiden Prabowo Subianto” diselenggarakan oleh DPP Gempita (Gerakan Milenial untuk Cinta Tanah Air).

Hadir dalam forum tersebut adalah berbagai pemimpin daerah seperti Darma Wijaya, Bupati Serdang Bedagai, Maya Hasmita, Bupati Labuhanbatu, Baharudin Siagian, Bupati Batu Bara, bersama pejabat lokal lainnya dan perwakilan Forkopimda Sumatera Utara. Hasan dalam sambutannya menekankan pentingnya keselarasan pandangan di semua tingkatan pemerintahan untuk lancarnya implementasi program-program prioritas nasional. Menurutnya, pemahaman bersama adalah kunci keberhasilan.

Program unggulan seperti Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu inisiatif yang dijelaskan oleh Hasan sebagai hasil dari visi jangka panjang. Ia menyoroti bahwa program serupa telah berhasil diimplementasikan di berbagai negara dengan dampak yang bertahan hingga puluhan tahun ke depan. Hasan mengajak semua pihak untuk turut berkontribusi dalam mempercepat program tersebut dengan peran masing-masing.

Hasan juga menegaskan bahwa kolaborasi dan komunikasi langsung sangat penting untuk mencapai terobosan di lapangan. Dalam hal ini, dapur SPPG (Unit Layanan Pemenuhan Gizi) harus dikelola dengan cermat, memastikan setiap hidangan memenuhi kebutuhan kalori harian dan tak kalah penting, rasa dari hidangan tersebut haruslah enak. Ia menekankan pentingnya memberikan umpan balik jika makanan tidak memenuhi selera, untuk menghindari pemborosan jika makanan tersebut akhirnya harus dibuang.

Source link

Berita Terbaru

Berita Populer