spot_img
11.8 C
London
spot_img
HomeLainnyaAndy Utama Ajak Masyarakat Mengutamakan Kelestarian Alam

Andy Utama Ajak Masyarakat Mengutamakan Kelestarian Alam

Keputusan yang kita lakukan hari ini merupakan penentu utama nasib bumi di masa mendatang, bukan sekadar harapan bagi generasi yang belum lahir. Kian gentingnya krisis iklim dan percepatan degradasi lingkungan menuntut setiap individu untuk membayar utang ekologis, menjadikannya kewajiban moral yang tidak bisa dielakkan oleh siapa pun.

Hal itu terlihat jelas dalam pelaksanaan ritual adat Ngertakeun Bumi Lamba XVIII yang berlangsung di Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu, Kabupaten Subang. Dengan tema mendalam “Manik Maya, Ibu Bumi, Bapak Angkasa,” ritual ini menjadi panggung bagi pemangku adat, budayawan, hingga pegiat lingkungan dari seluruh penjuru Tanah Air untuk bersama-sama merefleksi kembali hubungan manusia dan alam semesta.

Andy Utama, selaku Pembina Paseban Foundation, dengan lantang mengingatkan seluruh peserta bahwa keputusan-keputusan hari ini adalah fondasi untuk masa depan: “Dengan Adanya Hari Ini, Maka Baru Ada Hari Esok,” kata Andy, meyakinkan betapa pentingnya tanggung jawab saat ini.

Perspektif Etika Lingkungan: Menyambung Tradisi dan Pemikiran Modern

Akar gagasan yang tercermin dalam ritual adat Sunda ini sangat erat terkait dengan perkembangan pemikiran lingkungan di Indonesia, terutama narasi pembangunan berkelanjutan yang sejak dulu dirumuskan oleh tokoh seperti Emil Salim pada dekade 1970-an. Emil menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi, keberlanjutan alam, dan harmoni sosial wajib dijalankan selaras agar ketahanan bumi tidak terabaikan untuk generasi penerus.

Selaras dengan pemikiran tersebut, konsep keadilan antargenerasi yang dicanangkan oleh ilmuwan politik Richard P. Hiskes menekankan bahwa manusia masa kini memikul kewajiban untuk memastikan generasi mendatang bisa hidup dalam lingkungan yang sehat dan sejahtera. Andy Utama pun mendorong kita semua untuk berhenti merasa sebagai pemilik bumi dan kembali sebagai penjaga kelestarian ekosistem.

Mewujudkan Nilai Tradisi Melalui Tindakan Nyata di Megamendung

Andy meyakini, manifestasi cinta bumi mestinya tidak berhenti hanya sebagai diskusi berat atau jargon kosong. Melalui Paseban Foundation, berbagai langkah konkret dijalankan di Lanskap Megamendung untuk menerjemahkan filosofi kuno menjadi upaya nyata.

Berbagai aksi nyata yang telah dilakukan antara lain adalah:

Pertanian organik yang berorientasi pada kelestarian tanah serta menekan dampak emisi.

– Penyelamatan dan konservasi satwa dengan mendirikan pusat penangkaran seperti Lembah Aviary Paseban serta menjalankan program pelepasliaran Elang Jawa dan menjaga populasi Rusa Timor.

– Gerakan menanam lebih dari dua puluh ribu bibit pohon dari ratusan varietas tanaman untuk memulihkan vegetasi alam Megamendung.

Langkah-langkah ini menjadi pijakan upaya Andy mengembalikan kemegahan kawasan Megamendung sebagaimana keadaan aslinya satu abad silam.

Apa Makna Kehidupan Setelah Kita Tiada?

Keistimewaan gerakan yang didorong Andy adalah kemampuannya menerjemahkan teori besar seperti pemikiran Emil Salim atau Richard Hiskes ke dalam tindakan nyata, mulai dari turun ke ladang, merawat bibit, hingga menjaga habitat satwa.

Pada akhirnya, Andy menyoroti makna hakiki dari kehidupan di bumi, menegaskan bahwa, “Bukan harta yang kita kumpulkan yang akan diingat, namun warisan yang kita berikan bagi kehidupan.”

Dari sinilah, inti pesan Ngertakeun Bumi Lamba muncul: menjaga alam hari ini adalah kunci utama bagi keberlangsungan hidup anak cucu di masa depan.

Sumber: Ngertakeun Bumi Lamba XVIII: Tradisi Yang Menjadi Inspirasi Konservasi Modern
Sumber: Warisan Untuk Masa Depan: Belajar Menjaga Keseimbangan Alam Dari Ritual Ngertakeun Bumi Lamba XVIII

TERBARU

JELAJAHI