spot_img
18.9 C
London
spot_img
HomeBeritaRasio Utang Indonesia: Terkendali dan Stabil

Rasio Utang Indonesia: Terkendali dan Stabil

Rasio Utang Indonesia Tetap Aman dan Terkendali

Jakarta – Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa rasio utang Indonesia tetap terjaga pada level yang aman dan terkendali di tengah ketidakpastian ekonomi global. Langkah pengelolaan utang yang hati-hati dan transparan menjadi strategi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional serta mendukung pembangunan jangka panjang.

Pemerintah Menjaga Kredibilitas Dengan Baik

Menteri Keuangan Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menekankan bahwa rasio utang Indonesia yang sekitar 40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencerminkan kredibilitas dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2026. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah menjalankan keuangan dengan penuh kehati-hatian.

Di tengah tekanan ekonomi global yang terjadi akibat berbagai faktor, Indonesia masih dianggap memiliki fundamental ekonomi yang kokoh. Rasio utang terhadap PDB terus dipertahankan pada level yang rendah, jauh di bawah standar internasional maupun ketentuan undang-undang.

Pembiayaan yang Disiplin dan Konservatif

Menteri Keuangan juga menyoroti bahwa pemerintah Indonesia menerapkan tata kelola pembiayaan yang relatif lebih disiplin dan konservatif daripada banyak negara lain. Misalnya, jika dibandingkan dengan Malaysia dan Singapura, rasio utang Indonesia jauh lebih rendah. Begitu pula dengan sejumlah negara maju seperti di Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang.

Dalam pengelolaan anggaran negara, utang dimanfaatkan secara produktif untuk mendukung pembangunan infrastruktur, penguatan sumber daya manusia, transformasi ekonomi, hingga perlindungan sosial masyarakat. Dengan demikian, kinerja fiskal Indonesia menunjukkan perbaikan yang konsisten dengan tetap menjaga defisit anggaran dalam batas yang sehat.

Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung, menekankan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah ketidakpastian global. Pertumbuhan ekonomi yang terjaga, inflasi yang terkendali, dan defisit fiskal yang masih dalam kendali menegaskan bahwa APBN Indonesia dikelola dengan prudent dan fleksibel.

Source link

TERBARU

JELAJAHI