Pemerintah Tetap Jamin Stabilitas Harga Beras Program SPHP Meski Dolar AS Menguat
Beras Subsidi Tetap Stabil di Pasaran
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan bahwa lonjakan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah tidak akan berdampak pada harga beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Pemerintah menegaskan bahwa harga dan kualitas beras subsidi ini akan tetap stabil di pasaran, sehingga masyarakat diimbau untuk tidak panik.
Komitmennya dalam Menjaga Kualitas dan Harga
Direktur SPHP Bapanas, Maino Dwi Hartono, mengungkapkan bahwa walaupun fluktuasi kurs dolar AS mempengaruhi berbagai sektor, termasuk pangan, namun pemerintah akan terus menjaga stabilitas harga beras SPHP. Hal ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk memastikan ketersediaan pangan pokok masyarakat terjaga di tengah gejolak ekonomi global.
“Beras SPHP ini beras program pemerintah tetap masih sama. Termasuk kualitasnya, tetap sama-sama medium, artinya tidak ada yang dikurangi,” jelas Maino.
Anggaran Subsidi dan Pembelian Maksimal
Untuk mendukung program SPHP, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 4,97 triliun pada tahun 2026. Anggaran tersebut setara dengan subsidi penjualan sekitar 828 ribu ton beras di seluruh Indonesia. Meskipun beban ekonomi masyarakat meningkat, kualitas beras yang disalurkan dijamin tidak akan menurun.
Selain itu, Bapanas juga telah memperbarui aturan terkait batasan pembelian maksimal bagi konsumen. Sekarang, masyarakat dapat membeli hingga 5 kemasan ukuran 5 kg atau 2 kemasan ukuran 2 kg sebanyak maksimal 2 kemasan. Hal ini memberikan kesempatan bagi konsumen untuk memperoleh beras SPHP dalam jumlah yang lebih besar.
“Kita membuka ruang bagi konsumen beras SPHP untuk bisa mendapatkan volume dengan yang lebih banyak sampai maksimal 25 kilogram,” tambah Maino.
Sumber: Deliknews.com

