spot_img
18.9 C
London
spot_img
HomeBeritaPantau Nasib 7 WNI Ditangkap Militer Israel: Update Kemlu

Pantau Nasib 7 WNI Ditangkap Militer Israel: Update Kemlu

Kementerian Luar Negeri RI Siaga Penuh Terkait Penangkapan 7 WNI oleh Militer Israel

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) bersama Perwakilan RI mengambil sikap siaga penuh menyusul aksi penangkapan tujuh warga negara Indonesia (WNI) oleh militer Israel. Kejadian ini terjadi saat para WNI tersebut berpartisipasi sebagai relawan armada kapal Global Sumud Flotilla (GSF) dalam misi kemanusiaan. Diplomat Indonesia di wilayah konflik segera bertindak untuk memastikan keselamatan para WNI yang terlibat.

Reaksi Kemlu RI

Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menegaskan bahwa pemerintah terus mengawasi dengan ketat perkembangan insiden ini. Saat ini, sembilan WNI berpartisipasi dalam misi tersebut, di mana tujuh di antaranya telah ditahan oleh pasukan Israel. Dua WNI lainnya masih berada di kapal Kasr 1 Sadabat. Situasi di perairan internasional tersebut masih menimbulkan ketegangan dan potensi risiko bagi relawan yang tersisa.

Identitas WNI yang Ditahan

Para WNI yang ditahan terdiri dari jurnalis dan aktivis kemanusiaan terkemuka, seperti Bambang Noroyono, Thoudy Badai, Andre Prasetyo Nugroho, Rahendro Herubowo, Andi Angga Prasadewa, Ronggo Wirasanu, dan Herman Budianto. Mereka adalah bagian dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang berupaya untuk mengakhiri blokade Israel demi menyalurkan bantuan ke Gaza.

Keputusan Israel untuk menangkap armada GSF di perairan internasional telah menimbulkan kecaman internasional. Kemlu RI menegaskan komitmennya untuk melindungi WNI yang terlibat dan siap menggunakan instrumen diplomasi yang ada.

Sementara itu, situasi di lapangan terus dipantau dan upaya pelindungan terus disiapkan. Kementerian Luar Negeri melalui Perwakilan RI akan terus memantau posisi dan kondisi para WNI yang terdampak untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan demi keamanan mereka.

Source link

TERBARU

JELAJAHI