spot_img
17.6 C
London
spot_img
HomeKesehatanPeringatan Guru Besar FKUI: Bahaya Dehidrasi Picu Kerusuhan

Peringatan Guru Besar FKUI: Bahaya Dehidrasi Picu Kerusuhan

Dehidrasi: Ancaman Kesehatan di Balik Aksi Demonstrasi

Setiap peringatan Hari Buruh pada 1 Mei di Indonesia selalu diwarnai dengan aksi demonstrasi yang melibatkan ribuan massa dari berbagai kota besar. Meskipun semangat untuk menyuarakan aspirasi sangat tinggi, namun seringkali risiko kesehatan yang paling sering terlupakan adalah dehidrasi.

Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM, Prof. Ari Fahrial Syam, menjelaskan bahwa dehidrasi bukanlah masalah sepele. Kondisi ini dapat menjadi pemicu meningkatnya emosi yang berujung pada ketegangan bahkan kerusuhan.

Ancaman Dehidrasi pada Demonstran

Saat melakukan aksi demonstrasi, para peserta seringkali melakukan aktivitas fisik yang tinggi seperti berjalan jauh, berteriak, dan bernyanyi di bawah sinar matahari. Aktivitas ini menyebabkan tubuh kehilangan cairan melalui keringat. Jika kebutuhan cairan tidak segera terpenuhi, maka dehidrasi bisa terjadi.

Para peserta demonstrasi perlu memperhatikan kebutuhan cairan tubuh mereka, khususnya dalam kondisi panas dan aktivitas fisik yang berat. Minuman isotonik direkomendasikan untuk membantu menggantikan cairan tubuh dan elektrolit yang hilang selama aksi berlangsung.

Dehidrasi tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga secara mental. Gejala dehidrasi seperti rasa haus, mulut kering, dan mudah tersulut emosi, perlu diwaspadai. Jika dibiarkan, dehidrasi dapat berkembang menjadi masalah kesehatan yang serius.

Perlunya Pencegahan Dehidrasi

Untuk mencegah dehidrasi saat aksi demonstrasi, penting untuk memperhatikan tanda-tanda awal dehidrasi seperti haus dan mulut kering. Minumlah air secara teratur dan hindari minuman terlalu dingin yang dapat memicu iritasi tenggorokan.

Bukan hanya para demonstran, tetapi juga petugas keamanan yang terlibat dalam pengamanan aksi juga rentan terhadap risiko dehidrasi. Oleh karena itu, saling berbagi air minum di lapangan dapat menjadi tindakan empati yang penting untuk menjaga kesehatan dan menciptakan suasana yang kondusif selama aksi berlangsung.

Source link

TERBARU

JELAJAHI