spot_img
17.6 C
London
spot_img
HomeKesehatanPemicu Kanker Usus di Usia 20-an: Kebiasaan Sehari-hari

Pemicu Kanker Usus di Usia 20-an: Kebiasaan Sehari-hari

Kanker usus atau kanker kolorektal kini tidak hanya terjadi pada usia lanjut, tetapi juga semakin sering dijumpai pada kelompok usia muda, termasuk orang yang berusia 20 hingga 40 tahun. Perubahan tren ini menjadi perhatian serius di beberapa negara, termasuk Indonesia. Menurut Ketua Health Collaborative Center (HCC), dr. Ray Wagiu Basrowi, gaya hidup yang berubah menjadi salah satu faktor utama di balik peningkatan kasus kanker usus pada usia muda. Kontaminasi pola makan modern, kebiasaan harian yang tidak sehat, serta gaya hidup yang tidak seimbang merupakan beberapa faktor penyebabnya.

Faktor lain yang juga berkontribusi terhadap risiko kanker usus antara lain adalah kurangnya asupan serat, konsumsi makanan ultra-proses, minuman tinggi gula, obesitas, dan kebiasaan duduk terlalu lama. Tanda-tanda awal kanker usus seperti BAB berdarah, sembelit berkepanjangan atau diare bergantian, perut kembung, nyeri perut, dan penurunan berat badan tanpa sebab jelas kerap diabaikan banyak orang. Oleh karena itu, penting untuk memahami bahwa deteksi dini sangat menentukan keberhasilan pengobatan.

Menurut dr. Ray, pola makan sehari-hari memainkan peran penting dalam meningkatkan risiko kanker usus. Konsumsi fast food, daging olahan, makanan instan, dan camilan tinggi kalori tapi rendah serat dapat berdampak buruk jika tidak diimbangi dengan pola makan sehat. Usus memiliki ‘memori kebiasaan’, yang berarti apa yang dikonsumsi secara rutin akan memengaruhi kesehatan tubuh dalam jangka panjang. Untuk mengurangi risiko kanker usus, Ray menyarankan perubahan gaya hidup sederhana seperti meningkatkan konsumsi sayur dan buah, cukup serat, berolahraga, menjaga berat badan, tidur cukup, dan mengikuti sinyal tubuh.

Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan, dan kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat sejak dini dapat membantu menekan risiko kanker usus. Ray menegaskan bahwa tidak perlu menunggu sakit untuk mulai hidup sehat, karena apa yang dilakukan hari ini akan berdampak pada kondisi tubuh di masa depan. Dengan perubahan gaya hidup yang konsisten dan sadar akan pentingnya pola makan sehat, risiko kanker usus pada usia muda dapat ditekan secara signifikan.

Source link

TERBARU

JELAJAHI