Tim Surabaya Samator tampil dengan performa terbaik sejak awal pertandingan. Para pemain seperti Lyvan Taboada, Jordan Michael, Ageng Wardoyo, Tedy Oka, Hendrik, dan Hadi Suharto memperlihatkan kemampuan yang sangat agresif. Di sisi lain, tim Jakarta Garuda Jaya berusaha keras melalui motor serangannya, Dawuda dan Fauzan Nibras. Pertandingan berjalan ketat dengan kedua tim saling serang. Namun, keunggulan mental yang dimiliki Tedy Oka dan rekan-rekan saat memasuki poin belasan sangat terlihat. Samator berhasil menguasai serangan dengan bola-bola cepat, sehingga berhasil memenangkan set pertama dengan skor 25-17.
Pada set kedua, Garuda Jaya mencoba untuk bangkit. Pelatih Nur Widayanto memberikan instruksi kepada timnya untuk meningkatkan intensitas serangan. Meskipun sempat memberikan hasil, namun Samator tetap tenang. Mereka mengandalkan blok yang kokoh dan variasi serangan dari Jordan Michael, sehingga berhasil meraih kemenangan pada set kedua dengan skor 25-20.
Pada set ketiga, ketegangan pertandingan semakin meningkat. Kedua tim saling menyerang dan skor pun berimbang hingga 13-13. Namun, Samator kembali menunjukkan konsistensinya dan berhasil unggul 19-15 di pertengahan pertandingan. Tim berhasil memenangkan pertandingan dengan skor yang meyakinkan, menunjukkan performa yang sangat baik dalam pertandingan kali ini.

