Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menyoroti dampak situasi global terhadap ketersediaan obat dan vaksin di Indonesia. Dalam situasi di mana sebagian besar bahan baku obat dan vaksin impor, hingga 70-90 persen, hal ini dapat memengaruhi ketersediaan dan harga produk di Indonesia. Untuk mengatasi permasalahan ini, BPOM akan mengumpulkan berbagai industri farmasi dalam waktu dekat guna mencari solusi bersama.
Taruna menekankan pentingnya situasi geopolitik dan perang dapat segera berakhir agar ketersediaan obat dan energi di Indonesia tetap terjaga. Menjamin ketersediaan obat-esensial yang aman bagi masyarakat menjadi prioritas, dengan persediaan yang masih cukup untuk 6 bulan ke depan. Namun, BPOM ingin memastikan keamanan persediaan obat lebih dari itu, sehingga akan segera mengumpulkan industri farmasi dan perusahaan besar farmasi untuk mencari solusi bersama. Ketersediaan obat dan vaksin merupakan hal yang sangat penting, dan upaya bersama perlu dilakukan untuk memastikan keberlangsungan suplai obat di masa depan.

