Campak sering dianggap sebagai penyakit ringan dengan gejala ruam dan demam. Namun, dibalik gejala tersebut ada risiko komplikasi serius seperti pneumonia atau infeksi paru-paru. Prof. Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc., Sp.P(K), Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), mengingatkan bahwa pneumonia adalah komplikasi yang dapat mengancam nyawa pada kasus campak yang parah.
Pneumonia adalah infeksi pada paru-paru yang menyebabkan peradangan pada kantung udara. Pada pasien campak, kondisi ini dapat terjadi karena sistem imun tubuh melemah akibat infeksi virus, meningkatkan kerentanan terhadap infeksi bakteri yang menyebabkan pneumonia. Jika tidak ditangani dengan cepat, pneumonia dapat menyebabkan gangguan pernapasan berat hingga kematian, terutama pada anak-anak dan kelompok rentan.
Gejala awal campak meliputi demam tinggi, ruam kemerahan, batuk, pilek, dan mata merah. Namun, gejala yang berkembang menjadi pneumonia seperti sesak napas, napas cepat, nyeri dada, lemah tubuh, menjadi penanda penting bahwa penanganan medis segera diperlukan. Penanganan dini campak sangat penting untuk mencegah komplikasi serius, terutama pada anak-anak, lansia, individu dengan sistem kekebalan tubuh lemah, dan orang dengan status gizi buruk, yang lebih rentan terhadap pneumonia akibat campak. Dengan pengenalan gejala sejak dini dan penanganan yang tepat, risiko komplikasi dapat ditekan secara signifikan.

