spot_img
13.6 C
London
spot_img
HomeKesehatanRisiko Aritmia dari Hipertensi dan Diabetes Tak Terkontrol

Risiko Aritmia dari Hipertensi dan Diabetes Tak Terkontrol

Jantung berdebar bisa disebabkan oleh berbagai faktor, bukan hanya aritmia. Beberapa faktor seperti konsumsi kafein berlebih, stres, olahraga berat, bahkan emosi seperti jatuh cinta atau ketakutan dapat membuat jantung berdebar. Namun, jika debaran jantung terjadi secara tiba-tiba tanpa pemicu yang jelas, bertahan lama, atau disertai dengan gejala fisik lain, itu bisa menjadi tanda adanya gangguan pada sirkuit listrik jantung yang memerlukan perhatian medis.

Dokter biasanya akan melakukan diagnosis dengan melakukan screening elektrokardiogram (EKG) untuk merekam aktivitas listrik jantung dalam waktu singkat. Namun, jika irama jantung tidak beraturan dan tidak selalu muncul, maka diperlukan Holter monitoring yang merekam detak jantung selama 24-48 jam atau lebih untuk mendeteksi gangguan yang tidak terdeteksi oleh EKG biasa. Selain itu, ada juga event recorder yang digunakan untuk merekam detak jantung dalam jangka waktu lebih lama untuk pasien dengan gejala yang jarang muncul.

Jika diagnosis aritmia telah pasti, maka perlu dilakukan tindakan pengobatan. Salah satu metode populer adalah ablasi jantung, yaitu prosedur minimal invasif di mana dokter memperbaiki jalur listrik yang rusak untuk mengembalikan irama jantung normal tanpa operasi terbuka. Penggunaan alat pacu jantung (pacemaker) juga telah terbukti membantu banyak orang dalam menjalani aktivitas sehari-hari dengan lancar setelah mengalami gangguan irama jantung.

Source link

TERBARU

JELAJAHI