Gangguan komunikasi sosial (social communication disorder atau SCD) adalah kondisi perkembangan yang memengaruhi kemampuan anak dalam menggunakan bahasa untuk berinteraksi secara sosial. Hal ini tidak hanya terkait dengan kemampuan berbicara secara teknis, tetapi juga pada pemahaman, penafsiran, dan penggunaan bahasa dalam konteks sosial, seperti bergiliran berbicara, memahami isyarat nonverbal, dan menyesuaikan cara berbicara dengan lawan bicara.
Anak yang mengalami SCD akan mengalami kesulitan berbicara dengan teman sebaya karena gangguan ini mempengaruhi interaksi sosial. Tanda-tanda SCD umumnya mulai terlihat ketika anak memasuki usia prasekolah atau saat tuntutan interaksi sosial meningkat. Mereka mungkin kesulitan memulai atau mempertahankan percakapan, tidak memahami giliran berbicara, dan kesulitan menyesuaikan bahasa dengan situasi yang berbeda.
Selain itu, anak dengan SCD sering kali tidak memahami humor, sindiran, atau makna kiasan. Mereka cenderung menafsirkan bahasa secara harfiah, yang dapat menyebabkan kesalahpahaman dalam komunikasi sehari-hari. Gejala lain yang sering muncul termasuk kurangnya kontak mata, kesulitan memahami ekspresi wajah atau bahasa tubuh, serta ketidakmampuan menyesuaikan gaya komunikasi sesuai dengan lawan bicara, misalnya berbicara dengan kakek seperti berbicara dengan teman sebaya.

