spot_img
13.6 C
London
spot_img
HomeBeritaAntisipasi Pelindo Hadapi Kepadatan Arus Logistik Lebaran

Antisipasi Pelindo Hadapi Kepadatan Arus Logistik Lebaran

Arus logistik nasional menunjukkan tren peningkatan menjelang Lebaran 2026, dengan pelaku usaha logistik dan Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) mengimplementasikan strategi khusus untuk menjaga kelancaran arus logistik. Peningkatan arus logistik terjadi di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, di mana volume kargo naik hingga 130 persen. Di Pelabuhan Tanjung Emas, kenaikan kargo telah membuat rotasi kontainer naik dari 2.800 unit per hari menjadi 3.000 unit per hari.

Selain momentum Lebaran, tren pertumbuhan aktivitas logistik didorong oleh banyaknya investasi industri di Jawa Tengah, seperti di Kawasan Industri Kendal (KIK) dan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), yang mempercepat peningkatan throughput di Pelabuhan Tanjung Emas. ALFI Jawa Timur pun telah menyiapkan strategi khusus menjelang Lebaran, termasuk pengalihan storage ekspor untuk menampung barang impor di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Pengalihan lokasi dan penggunaan gudang sementara untuk menampung barang impor dilakukan setelah koordinasi dengan Bea Cukai untuk memastikan kelancaran arus logistik.

PT Pelindo Terminal Petikemas menjelaskan bahwa mereka telah melakukan antisipasi atas peningkatan arus logistik dengan merencanakan pelayanan bongkar muat kapal peti kemas jauh-jauh hari. Selama libur Lebaran, operasional terminal peti kemas akan tetap berlangsung 24 jam setiap hari, dengan fokus pada optimalisasi lapangan penumpukan peti kemas untuk menghindari kepadatan.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah, Frans Kongi, melihat peningkatan aktivitas ekspor-impor di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang sebagai sinyal perbaikan ekonomi. Lonjakan aktivitas bongkar muat di pelabuhan terutama disebabkan oleh peningkatan konsumsi masyarakat menjelang Lebaran. Dia menilai operasional pelabuhan masih lancar, dengan Volume bongkar muat yang diperkirakan naik sekitar 20 persen dibandingkan hari biasa dan bisa mencapai 25 persen menjelang Lebaran.

Diharapkan peningkatan ekonomi di Jawa Tengah pasca Lebaran akan menunjukkan tren positif, terutama dalam konsumsi domestik yang menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi. Dengan strategi dan kesiapan yang telah dilakukan oleh berbagai pihak terkait, diharapkan kelancaran arus logistik dapat dipertahankan dan memperkuat logistik nasional.

Source link

TERBARU

JELAJAHI