Susah makan pada anak termasuk kejadian umum yang sering terjadi, terutama pada anak balita. Menurut dokter spesialis anak Ajeng Indriastari, terdapat beberapa penyebab utama yang dapat membuat anak sulit makan. Diantaranya adalah anak sedang dalam fase pilih-pilih makanan atau picky eater, merasa bosan dengan variasi menu yang monoton, sedang mengalami pertumbuhan gigi, memiliki gangguan pencernaan ringan, terlalu banyak mengonsumsi camilan atau susu sebelum waktu makan, serta faktor psikologis seperti suasana makan yang tidak nyaman. Namun, kondisi ini umumnya bersifat sementara dan tidak perlu dicemaskan secara berlebihan.
Meskipun begitu, susah makan pada anak dapat menjadi masalah serius jika disertai dengan tanda-tanda seperti tidak naiknya berat badan anak, gangguan pertumbuhan tinggi badan, kelemahan dan kurangnya aktivitas, sering sakit atau rendahnya daya tahan tubuh, serta perkembangan yang terlambat dibandingkan usia anak. Hal ini dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan (failure to thrive) atau kekurangan zat gizi yang dapat mempengaruhi perkembangan fisik, otak, dan sistem imun anak. Oleh karena itu, penting bagi orang tua atau pengasuh anak untuk memperhatikan kondisi tersebut dan segera berkonsultasi dengan dokter atau ahli kesehatan jika diperlukan.

