Pada tahun 2026 hingga minggu ke-7, kasus suspek campak mencapai 8.224 dengan 572 kasus terkonfirmasi dan 4 kematian (CFR 0,05 persen). Dalam periode tersebut, terjadi 21 KLB suspek campak dan 13 KLB campak terkonfirmasi laboratorium yang tersebar di 17 kabupaten/kota pada 11 provinsi. Andi menyoroti bahwa kasus suspek campak pada Januari 2026 lebih tinggi daripada pada periode yang sama di 2025 dan 2024, kemungkinan terkait dengan cakupan imunisasi di tahun sebelumnya. Meskipun cakupan imunisasi secara nasional pada 2025 telah melampaui target, Andi mengingatkan bahwa masih ada wilayah-wilayah dengan cakupan imunisasi yang rendah. Kata Andi, pada provinsi atau daerah tertentu terdapat kantong-kantong dengan cakupan imunisasi campak yang rendah, meningkatkan potensi kasus campak di daerah tersebut.

