Selama bulan puasa Ramadan, perhatian khusus terhadap asupan makanan sangat penting terutama bagi penderita asam urat. Pemilihan menu berbuka puasa yang tepat dapat membantu menjaga kadar asam urat tetap stabil dan mencegah kekambuhan. Menjaga pola makan yang sesuai adalah kunci utama dalam menjaga kondisi tersebut. Dokter atau ahli gizi biasanya merekomendasikan perubahan pola makan secara menyeluruh untuk membantu mengelola asam urat. Dua pola makan yang sering dianjurkan adalah Diet DASH dan Diet Mediterania.
Diet DASH mempromosikan konsumsi buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, protein tanpa lemak, produk susu rendah lemak, dan minyak nabati sehat, sementara membatasi lemak jenuh dan gula tambahan. Sebaliknya, Diet Mediterania menekankan konsumsi buah, sayur, biji-bijian utuh, protein dari ikan, kacang-kacangan, legum, dan lemak sehat dari minyak zaitun extra virgin. Meski kedua pola makan ini sangat sehat, konsumsi ikan dan makanan laut tetap perlu disesuaikan dengan kondisi asam urat masing-masing.
Beberapa menu berbuka puasa yang rendah purin dan aman untuk penderita asam urat antara lain kurma dan air putih, sup sayur bening, salad sayur dengan minyak zaitun, tahu dan tempe kukus atau panggang, nasi merah atau beras merah, oatmeal hangat, tumis sayuran hijau, telur rebus, yogurt rendah lemak, dan buah segar seperti apel, pir, atau ceri. Ceri khususnya dapat membantu menurunkan kadar asam urat dan mengurangi peradangan. Dengan memperhatikan pilihan menu yang tepat, penderita asam urat masih bisa menikmati hidangan berbuka puasa yang lezat dan nutrisi.

