Super flu, atau varian virus Influenza A subtipe H3N2 subclade K, termasuk dalam kategori penyakit musiman menurut dokter spesialis penyakit dalam, Eva Noviani. Berbeda dengan virus influenza lainnya, super flu memiliki durasi yang lebih lama. Biasanya terjadi pada saat musim dingin atau musim hujan. Gejala super flu seperti demam, batuk, pilek, dan rasa nyeri di badan. Untuk memastikan terjangkit super flu, disarankan melakukan pemeriksaan laboratorium seperti genom sequencing dan PCR untuk mengetahui pasti bahwa penyakit tersebut berasal dari virus influenza H3A2 subklade K.
Eva menjelaskan bahwa penanganan penyakit ini sangat penting karena dapat menyebabkan gangguan aktivitas sehari-hari. Namun, super flu tidak menimbulkan gejala yang berat atau mematikan. Infeksi virus pada umumnya sangat bergantung pada daya tahan tubuh seseorang. Individu dengan komorbiditas seperti anak-anak, usia lanjut, dan ibu hamil, rentan mengalami gejala yang lebih berat. Pasien dengan kondisi tertentu seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung juga berisiko mengalami infeksi yang lebih parah. Oleh karena itu, penting untuk tetap waspada terutama bagi individu dengan komorbiditas dan sebelumnya memiliki penyakit.

