Penilaian dampak oleh pihak ketiga difokuskan pada perubahan di tiga aspek utama: imunisasi, gizi, dan kebiasaan cuci tangan pakai sabun dalam Program Keluarga SIGAP. Evaluasi ini mengungkap peningkatan pengetahuan masyarakat, perubahan perilaku, dan pemanfaatan layanan kesehatan. Media memainkan peran penting dalam menjangkau audiens secara luas, tetapi perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk memahami sejauh mana media berpengaruh pada perubahan perilaku dalam skala besar.
Dalam aspek imunisasi, terjadi peningkatan cakupan imunisasi dasar anak di Banjar, Brebes, dan Sukabumi. SIGAP berhasil meningkatkan kepercayaan terhadap vaksin dengan mencatat peningkatan 15% dalam pemberian dosis terakhir vaksin Pneumonia di Brebes dan 80% cakupan dosis terakhir vaksin polio di Banjar.
Di bidang gizi, wilayah SIGAP menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemberian makan bayi dibandingkan dengan wilayah kontrol. Terjadi kenaikan 4,4% dalam inisiasi menyusu dini (IMD) dan 6,8% dalam keanekaragaman makanan. Orang tua juga merasakan manfaat alat pantau asupan gizi anak SIGAP dalam membantu mereka memahami praktik pemberian makan yang sehat.
Selain itu, kebiasaan cuci tangan pakai sabun juga meningkat di wilayah SIGAP. Terjadi peningkatan 6,9% dalam ketersediaan sarana cuci tangan pakai sabun di rumah tangga, 6,4% dalam praktik cuci tangan pada momen penting, dan 7,2% dalam kesadaran akan manfaat kesehatan dan kebersihan dari cuci tangan.
SIGAP menunjukkan bahwa perubahan perilaku kesehatan keluarga membutuhkan pendekatan yang komprehensif hingga 2025. Kombinasi penguatan sistem kesehatan, dukungan personal melalui kader, partisipasi ayah, dan media digital yang konsisten diperlukan. Pendekatan kolaboratif antara pemerintah dan sektor swasta juga menjadi contoh bagaimana sinergi keduanya dapat memperkuat layanan kesehatan primer dan mencapai perubahan yang signifikan di tingkat keluarga Indonesia.

