spot_img
2.6 C
London
spot_img
HomeKesehatanBerita Terbaru: Satu Pasien Virus Nipah Meninggal di Bangladesh

Berita Terbaru: Satu Pasien Virus Nipah Meninggal di Bangladesh

Virus Nipah adalah infeksi yang menyebar terutama melalui produk yang terkontaminasi oleh kelelawar yang terinfeksi, seperti buah-buahan. Penyakit ini dapat berakibat fatal, di mana angka kematian mencapai 40 hingga 75 persen dari kasus yang ada. Virus Nipah dapat menular antarmanusia tetapi harus melalui kontak dekat lewat cairan tubuh (darah, urine, air liur, atau cairan pernapasan) dari orang yang terinfeksi. Menurut WHO, infeksi pada manusia bisa tanpa gejala hingga infeksi pernapasan akut (ringan, berat), dan ensefalitis fatal (pembengkakan otak).

Orang yang terinfeksi awalnya memiliki gejala seperti demam, sakit kepala, mialgia (nyeri otot), muntah, dan sakit tenggorokan. Lalu, gejala tersebut dapat diikuti oleh pusing, mengantuk, perubahan kesadaran, dan tanda-tanda neurologis yang menunjukkan ensefalitis akut. Beberapa orang bisa mengalami pneumonia atipikal dan masalah pernapasan yang parah, termasuk gangguan pernapasan akut. Ensefalitis dan kejang terjadi pada kasus yang lebih parah, yang bisa berkembang menjadi koma dalam waktu 24 hingga 48 jam.

Beberapa waktu sebelumnya, dunia dihebohkan dengan dua kasus virus Nipah di Benggala Barat, India. Setelah munculnya laporan tersebut, negara-negara seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Indonesia, dan Pakistan memutuskan untuk menerapkan pemeriksaan suhu di bandara. Menyadari dampak fatal dari virus Nipah, langkah pencegahan dan deteksi dini menjadi perhatian serius dalam upaya mengendalikan penyebarannya.

Source link

TERBARU

JELAJAHI