31.1 C
Jakarta
HomeKesehatanInfeksi Tenggorokan Berulang dan Risiko Penyakit Jantung Rematik pada Anak

Infeksi Tenggorokan Berulang dan Risiko Penyakit Jantung Rematik pada Anak

Penyakit jantung rematik sering menyerang anak berusia 5-15 tahun, terutama di daerah dengan kepadatan penduduk tinggi dan kebersihan lingkungan rendah. Menurut Ketua Unit Kerja Koordinasi Kardiologi IDAI, Dr. Rizky Adriansyah, kondisi ini juga dipengaruhi oleh lingkungan yang kurang sehat dan akses kesehatan yang terbatas. Faktor-faktor sosial ekonomi juga berperan dalam meningkatkan risiko penyakit jantung rematik, terutama di negara berkembang seperti Indonesia.

Demam rematik adalah respons tak normal dari sistem kekebalan tubuh setelah infeksi tenggorokan. Jika respons ini menyerang jaringan tubuh, termasuk jantung, sendi, kulit, dan otak, dapat menyebabkan komplikasi serius. Ketika jantung terkena dampaknya, bisa menimbulkan peradangan atau karditis yang potensial merusak katup jantung.

Gejala umum demam rematik termasuk nyeri sendi, demam, sesak napas, dan detak jantung yang tidak teratur. Jika tidak ditangani, penyakit ini dapat berkembang menjadi gagal jantung dan meningkatkan risiko kematian dini. Oleh karena itu, penting untuk waspada terhadap infeksi tenggorokan berulang pada anak-anak untuk mencegah terjadinya penyakit jantung rematik yang berpotensi fatal.

Source link

Berita Terbaru

Berita Populer