Sebuah ledakan terjadi di SMA Negeri 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara pada hari Jumat siang setelah kegiatan shalat Jumat selesai. Ledakan tersebut diduga melibatkan bom rakitan atau molotov yang dibawa oleh seorang siswa yang sering menjadi korban bullying oleh teman sekelas. Saksi mata, seorang siswa kelas XI dengan nama Sela, menyatakan bahwa ada tiga jenis bom yang dibawa oleh pelaku, namun hanya dua yang meledak. Sela melihat kejadian tersebut saat berada di selasar masjid sekolah dan baju dia kotor karena menolong teman. Ledakan terjadi setelah khatib Jumat selesai dan sebelum iqomah dilanjutkan, menurut pengakuan Sela serta guru yang berada di belakang imam, Toto, mengaku terkejut dengan ledakan tersebut.
Pelaku diduga melakukan tindakan balas dendam dan tindakan bunuh diri karena sering menjadi korban bullying di sekolah. Hingga saat ini, belum ada data resmi mengenai jumlah korban luka dari kejadian tersebut. Namun, ada laporan bahwa belasan siswa diduga terdampak ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara. Polisi telah mengerahkan tim penjinak bahan peledak untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan penyelidikan lebih lanjut. Pihak sekolah memberikan dukungan penuh pada proses penyelidikan dan akan memberikan informasi lebih lanjut kepada orang tua siswa. Selain itu, proses belajar mengajar juga akan dievaluasi ulang demi keselamatan siswa.



